Jakarta – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat masyarakat resah, terutama para penjual hewan kurban. Pasalnya sekitar dua minggu menjelang Hari Raya Idul Adha akan tiba, pasokan hewan yang tersedia kurang. Hal ini disebabkan oleh beberapa daerah pemasok hewan kurban seperti Aceh dan Jawa Timur di-lockdown demi mencegah penyebaran wabah tersebut.

Kurangnya pasokan hewan kurban dirasakan oleh Pemilik Mall Kurban Haji Doni, Ramdoni, yang sudah menjalankan usahanya lebih dari 30 tahun. Ramdoni mengatakan, wabah PMK membuat segala urusan pembelian sapi menjadi lebih rumit dan panjang. Hal ini berimbas pada ketersediaan dari sapi yang ia pesan.

“Saya pesan 4.000 di Januari. Datangnya ini kan secara berangsur tidak langsung sekaligus. Yang tersedia itu baru ada 2.200, jadi masih kurang 1.800 lagi,” ujar Ramdoni, kepada detikcom, Jumat (24/06/2022).

Ramdoni mengatakan, pasokan sapi tersebut datang secara berangsur. Per harinya, sekitar 100 ekor sapi bisa diantarkan ke tempatnya, itupun tidak setiap hari. Dia pun tidak yakin apakah pasokan tersebut akan tiba tepat waktu mengingat rumitnya birokrasi yang harus ditempuh pada masa wabah PMK ini.

“Saya minta lagi 1.800 ini, itu pun kalau dapat. Yang penting nanti kalau surat-suratnya sudah selesai, sudah aman, izinnya sudah oke, baru itu bisa dikirim,” tambahnya sambil tertawa.

Setelah kabar mengenai wabah PMK ini tersebar, pemerintah mulai memperketat pengiriman sapi lintas daerah pun memastikan kesehatan dari hewan-hewan tersebut sebelum dikirimkan. Hal ini pula yang membuat Ramdoni kini harus mempersiapkan berbagai macam dokumen bersama dengan pemasoknya, salah satunya yaitu Sertifikat Pelepasan Karantina Hewan dari Badan Karantina Pertanian RI. Proses pembuatan dokumen ini pun, termasuk perizinannya setelah itu memakan waktu yang cukup lama.

“Biar dokumen yang berbicara. Dipersiapkan sebagai jaminan bahwa kita aman dan terpercaya. Sapi-sapi di kita sudah melalui proses dan tahapan panjang sebelum sampai ke sini. Kalau dari sana ada sapi yang masuk suspek, itu harus melewati karantina dulu dan bisa memakan waktu yang cukup lama. Bisa 1-2 bulan, bahkan lebih lama,” tambahnya.

Menurut keterangan dari Saiful, salah satu pegawai Ramdoni, wabah PMK ini menyebabkan mereka terlambat membuka outlet di kawasan Jl. Akses UI, Kota Depok ini.

“Sempat terlambat ya sekitar satu minggu. Outlet ini baru buka lagi untuk display hewan kurban di sekitar 10 Juni kemarin,” ujar Saiful.

Saiful juga menambahkan, karena wabah PMK ini, pemasokan menjadi terhambat hingga pengiriman pun tersendat.

Meski begitu, karena kiprahnya di dunia penjualan hewan kurban dan segala dokumen legal yang ia persiapkan, Ramdoni mengatakan permintaan pasar terhadap sapi kurban yang dijual tahun ini meningkat.

“Permintaan meningkat sekitar 30-40% ya, tapi kalau soal keuntungan belum terlihat ya karena Idul Adha masih 2 minggu lagi,” tutur Ramdoni.

Ramdoni mengatakan, kini banyak penjual hewan kurban lainnya yang mengambil suplai dari tokonya. Hal ini disebabkan oleh sulitnya mereka dalam mengakses pasokan hewan kurban di masa PMK ini.

Sumber : detik.com